PERMAINAN MATEMATIKA {MENEBAK|TEBAK| ANGKA MULAI SATU SAMPAI 1000

Apakah anda pernah membaca sebuah tebak-tebakan yang
berjudul "2 Egg Situasi"? Konon katanya itu ialah sebuah terka-tebakan (brain storming) klasik yang diajukan pada dikala interview untuk berprofesi di Google. "2 Egg keadaan sulit" adalah sebuah dilema matematika yang tak biasa dan membutuhkan analisis yang tepat untuk menuntaskannya.
Sebab permainan matematika yang akan aku sajikan ini ada keterkaitannya dengan masalah telur tersebut, maka akan aku berikan sedikit gambaran dilema teka-teki "2 Egg permasalahan".

Anda diberikan dua buah telur yang identik dan akses ke dalam gedung yang memiliki 100 lantai. Anda tak tahu apakah telor itu benar-benar kuat atau betul-betul rapuh. Dapat jadi ketika dijatuhkan dari lantai 1 telur akan pecah atau mungkin juga telor tidak akan pecah dikala dijatuhkan dari lantai 100. Anda diberikan tugas untuk menemukan lantai tertinggi gedung mana yang membuat telur tidak pecah ketika dijatuhkan. Pertanyaannya yaitu, berapa kali anda seharusnya menjatuhkan telur-telur itu? Selama tes ini anda diizinkan menuntaskan cuma dua buah telur.

Solusi yang dikasih oleh para ahli beraneka-variasi. Ada yang menggunakan persamaan linier, memanfaatkan persamaan binomial, cara barisan dan deret bilangan dan program komputer untuk menemukan solusi terbaik dari teka-teki hal yang demikian.

Oke, saya tak akan membahas dengan mendetail solusi dari teka-teki dua telor tersebut karena akan membuat postingan ini terlalu panjang. Lagipula anda juga dapat browsing sekiranya penasaran dengan teka-teki tersebut.

Permainan matematika yang akan saya bagikan kali ini hampir mirip/mengadopsi teka-teki dua telur di atas. Tujuan dari permainan matematika ini adalah menebak angka antara 1-100 yang dipikirkan oleh orang lain. Anda boleh menebak angka tersebut maksimal 7 kali. Lebih jelasnya aku berikan gambaran permainannya.

Baca Artikel Terkait di http://situspokeriphone.com/

Ketahui Harga dan Ragam Sofa di Daerah Persewaan

Tips Nonton Film di Bioskop Tanpa Ribet

Menyaksikan film di layar lebar kini telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Banyak yang rela melowongkan waktunya sebagian kali dalam satu bulan hanya untuk datang ke bioskop dan menyaksikan film-film terupdate baik dari dalam dan juga luar negeri.

Banyaknya film box office yang tayang di Indonesia menjadi salah satu alasan rajinnya orang-orang mendatangi bioskop. Agar menonton bioskop terasa lebih nyaman dan menyenangkan, berikut beberapa kiat yang dapat kumparan (kumparan.com) rangkum untuk Anda.

1. Beli karcis online
Seiring berkembangnya teknologi, sekarang Anda tak perlu lagi harus seketika datang ke bioskop cuma untuk membeli karcis. Via fitur reservasi online yang kini tersedia di beberapa jaringan bioskop Indonesia, Anda dapat mendapatkan karcis bioskop cuma melalui sentuhan jari.

2. Pilih seat yang asyik
Saat menonton film di bioskop, banyak orang yang menghindari kursi di deret depan. Pasalnya, selain kurang nyaman untuk mata, posisi ini juga akan membuat leher Anda pegal. Jikalau masih kosong, pilihlah tempat duduk di baris tengah agar posisi layar dan suara dapat tertangkap dengan baik.

3. Pilih jam tayang yang sepi
Malas mendengar orang berbincang-bincang satu sama lain atau si kecil-buah hati menangis di tengah pemutaran film? Lebih baik pilihlah jam tayang yang jarang didatangi oleh para penonton. Contohnya, untuk Anda yang bisa mengambil waktu di tengah pekan, Anda bisa memilih waktu di tengah pekan tersebut dan menonton pada siang hari. Dijamin, satu bioskop serasa milik sendiri!

4. Beli camilan sebelum masuk teater
Daripada mulut diam saja dikala menyaksikan film unggulan, jangan lupa untuk membeli camilan seperti popcorn dan juga minuman supaya ada yang dapat Anda nikmati ketika film berlangsung. Melainkan ingat, sesudah selesai sampah makanannya jangan lupa dibuang ke daerah sampah, ya!

5. Manfaatkan bermacam-macam promo menarik
Bagi Anda yang gemar menonton film di bioskop, Anda perlu mengecek pelbagai promo menarik yang diberikan. Seumpama, digibank by DBS memberikan penawaran menarik berupa bonus saldo M-Tix sebesar Rp 200.000, cuma dengan memasukan kode promo DIGIMTIX dikala mengerjakan pendaftaran digibank.

Tidak hanya itu, untuk setiap pengisian ulang (top-up) M-Tix sebesar Rp 200.000, Anda juga berhak mendapatkan saldo tambahan sebesar Rp 50.000. Menarik, bukan?

Baca Artikel Terkait Tentang Suka Bioskop

Bisnis Perfileman di indonesia Penonton Meningkat, Film Bertambah


 

 


Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) mengemukakan per November 2017 jumlah film yang sudah ditayangkan mencapai 90 film. Sebaliknya, film yang telah diproduksi tetapi belum mempertimbangkan jadwal tayangnya jumlahnya di kisaran 20-30 film.

Sampai Selasa (5/12/2017), ia mengemukakan jumlah penonton telah mencapai 34 juta, atau berpotensi mengalahkan capaian jumlah penonton pada tahun lalu sebanyak 35 juta. Oleh karena itu, ia beranggapan bahwa keadaan tahun depan akan betul-betul menarik bagi industri perfilman Indonesia.

Namun, ia menekankan tingginya produktivitas insan perfilman sebagian tahun akhir-akhir ini ini diakuinya belum sejajar dengan pendapatan yang diterima. Fauzan menyebutkan sekitar 75% film nasional tak balik modal, walaupun cuma 25% film nasional yang sanggup meraup jumlah penonton cukup fantastis pada tahun lalu.

Elemen yang melatarbelakangi situasi kesenjangan tersebut cukup bermacam mulai dari kualitas film, film yang diproduksi tidak mempunyai segmen pasar, dan kurang promosi. “Secara artistik, film Indonesia banyak yang sudah diakui oleh dunia internasional, melainkan sekiranya bicara film ya seharusnya bicara soal jumlah penonton,” tuturnya.

Mengutip data Aprofi, jumlah yang diproduksi pada 2016 mencapai 125 dengan capaian penonton 35 juta. Dari 125 film tersebut, cuma 10 film yang kapabel mencatatkan jumlah penonton di atas 1 juta dengan peringkat pertama diduduki oleh Warkop DKI Part I (6,8 juta penonton).

Sepuluh besar box office tersebut mempunyai kontribusi penjualan karcis sampai 75% dari total penjualan karcis pada tahun lalu. Sebaliknya, lebih dari 75% film nasional tak dapat mencapai 100.000 penonton.

Fauzan menerangkan 100.000 penonton sepadan dengan pendapatan senilai Rp1,5 miliar. Meskipun, tarif produksi film minimal menempuh Rp3 miliar-Rp5 miliar.

Sementara itu, Chand Parwez, Ketua Badan Perfilman Indonesia menambahkan masih banyak film nasional yang tak punya penonton. Namun ini bisa diartikan bahwa strategi marketing yang tidak berhasil, promosi tidak pas sasaran, atau mutu film rendah.

“Tetapi, ada juga film yang berkwalitas yang justru tak mendapatkan apresiasi dari penonton. Tak kaprah dalam hal ini penonton juga harus diberikan edukasi untuk menghargai film-film dengan beban positif,” katanya.

Dalam jangka panjang, ia meyakini prospek pertumbuhan industri perfilman Indonesia masih signifikan karena pasar Indonesia masih amat luas dan banyak konten film yang belum digali oleh insan perfilman Tanah Air.

Dia hanya itu, pertumbuhan industri perfilman nasional diakuinya juga membutuhkan dukungan dari pemerintah. “Selama ini yang jalan hanya pihak swasta, melainkan jarang pemerintah yang menganggap bahwa film yakni bisnis yang merepresentasikan identitas bangsa,” tekannya.

mencontohkan perizinan lokasi untuk produksi film seringkali dipersulit. Tapi ini menandakan bahwa pemerintah masih belum serius dalam melihat film sebagai bagian yang kapabel berkontribusi terhadap ekonomi bangsa.


Baca Artikel Terkait Tentang Drama Korea

Bisnis Perfileman di indonesia Penonton Meningkat, Film Bertambah


 

 


Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) mengemukakan per November 2017 jumlah film yang telah ditayangkan menempuh 90 film. Sebaliknya, film yang sudah diproduksi melainkan belum memastikan jadwal tayangnya jumlahnya di kisaran 20-30 film.

Hingga Selasa (5/12/2017), ia mengemukakan jumlah penonton telah mencapai 34 juta, atau berpotensi menumbangkan capaian jumlah penonton pada tahun lalu sebanyak 35 juta. Oleh karena itu, ia beranggapan bahwa keadaan tahun depan akan betul-betul menarik bagi industri perfilman Indonesia.

Tapi, dia menekankan tingginya produktivitas insan perfilman beberapa tahun akhir-akhir ini ini diakuinya belum paralel dengan pendapatan yang diterima. Fauzan menceritakan sekitar 75% film nasional tak balik modal, meski hanya 25% film nasional yang cakap meraup jumlah penonton cukup fantastis pada tahun lalu.

Unsur yang melatarbelakangi keadaan kesenjangan tersebut cukup berbagai mulai dari kwalitas film, film yang diproduksi tidak mempunyai segmen pasar, dan kurang promosi. “Secara artistik, film Indonesia banyak yang telah diakui oleh dunia internasional, namun bila bicara film ya harus bicara soal jumlah penonton,” tuturnya.

Mengutip data Aprofi, jumlah yang diproduksi pada 2016 mencapai 125 dengan capaian penonton 35 juta. Dari 125 film tersebut, hanya 10 film yang sanggup mencatatkan jumlah penonton di atas 1 juta dengan peringkat pertama diduduki oleh Warkop DKI Part I (6,8 juta penonton).

Sepuluh besar box office hal yang demikian memiliki kontribusi penjualan tiket hingga 75% dari total penjualan karcis pada tahun lalu. Sebaliknya, lebih dari 75% film nasional tak dapat mencapai 100.000 penonton.

Fauzan menerangkan 100.000 penonton seimbang dengan pendapatan senilai Rp1,5 miliar. Sedangkan, tarif produksi film minimal mencapai Rp3 miliar-Rp5 miliar.

Sementara itu, Chand Parwez, Ketua Badan Perfilman Indonesia menambahkan masih banyak film nasional yang tidak punya penonton. Melainkan ini bisa diistilahkan bahwa taktik marketing yang tak sukses, promosi tak pas sasaran, atau kualitas film rendah.

“Melainkan, ada juga film yang bermutu yang justru tak mendapatkan apresiasi dari penonton. Tidak kaprah dalam hal ini penonton juga wajib diberikan edukasi untuk menghargai film-film dengan beban positif,” katanya.

Dalam rentang panjang, ia meyakini prospek pertumbuhan industri perfilman Indonesia masih signifikan sebab pasar Indonesia masih sangat luas dan banyak konten film yang belum digali oleh insan perfilman Tanah Air.

Dia cuma itu, pertumbuhan industri perfilman nasional diakuinya juga memerlukan dukungan dari pemerintah. “Selama ini yang jalan cuma pihak swasta, tetapi jarang pemerintah yang menganggap bahwa film adalah bisnis yang merepresentasikan identitas bangsa,” tekannya.

mencontohkan perizinan lokasi untuk produksi film seringkali dipersulit. Melainkan ini membuktikan bahwa pemerintah masih belum serius dalam melihat film sebagai bagian yang kapabel berkontribusi kepada ekonomi bangsa.


Baca Artikel Terkait Tentang kdrama21.com

Bisnis rumahsakit semakin naik di tengah loyonya skor rupiah


 

 


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun rupiah masih loyo, tak demikian halnya dengan bisnis rumahsakit. Sejumlah pebisnis layanan kesehatan makin marak ekspansi bisnis sepanjang tahun ini. Mulai dari sekadar menambah jaringan rumahsakit hingga melantai di Bursa Efek Indonesia.

Bagi rumahsakit yang telah melantai di bursa, ekspansi tambahan rumahsakit menjadi hal yang semestinya. Seperti PT Mita Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). Menurut Aditya Widjaja, Assistant Manager Management System Mitra Keluarga Karyasehat, pihaknya memang telah menargetkan bakal membuka dua rumahsakit baru pada tahun ini. Letaknya di Gading Serpong dan Bintaro.

Royal Prima mau akuisisi rumahsakit
Pengoperasian dua rumahsakit tersebut bakal menambah jumlah rumahsakit Mitra Keluarga yang saat ini ada 13 rumahsakit. Sejatinya, RS Mitra Keluarga Gading Serpong telah bisa beroperasi pada bulan April yang lalu tetapi ada kendala. "Ada kendala tentang perizinan operasional sehingga wajib ditunda dan estimasi sudah bisa beroperasi akhir Mei ini atau paling telat permulaan Juni," katanya kepada KONTAN, Senin (21/5).

Meski untuk rumahsakit Mitra Keluarga Bintaro, ditargetkan sudah dapat selesai masa pembangunannya di akhir tahun ini. Adapun pengerjaan pembangunan dari rumahsakit anyar tersebut sudah menempuh 65%.

Selain itu, Mitra Keluarga juga berencana membangun satu rumahsakit keluarga yang ditargetkan bisa beroperasi di tahun 2019. "Target kami minimal tiap-tiap tahunnya dapat membuka satu atau dua rumah sakit sampai tahun 2022 nanti," tuturnya.

Adapun Rumahsakit Pondok Menawan Group (RSPI Group) sejatinya juga tengah mempersiapkan rumahsakit keempat. Memang rencana pembangunan dari rumahsakit tersebut baru berlangsung tahun depan. "Ketika ini masih tahap diskusi," tukas Yanwar Hadiyanto, Chief Executive Officer RSPI Group kepada KONTAN.

Diskusi berhubungan soal lokasi dari rumahsakit hal yang demikian hingga ragam rumahsakit yang bakal dibangun. Termasuk juga soal pembiayaan. Ia harapkan tahun ini juga telah ada spot temu sehingga proyek hal yang demikian telah bisa dibangun dan dapat beroperasi tahun depan.

Makanya, fokus perhatian RSPI Group tahun ini yakni mengoptimalkan layanan ke para pasien. Apalagi baru-baru ini, perusahaan tersebut sudah mengoperasikan layanan mobile berlabel RSPI mobile untuk memudahkan layaanan ke konsumen.

Menurut Yanwar, selama dua bulan aplikasi berjalan, tercatat sudah diunduh 20.000 download-an. Dari jumlah tesebut, rata-rata ada sebanyak 1.000 akun anggota yang online.

Berkaitan makin maraknya perusahaan rumahsakit yang melaksanakan initial pubilc offering (IPO), Yanwar tidak ingin mengomentari hal tersebut. Lantaran ia tidak ingin memberi berita lebih lanjut soal RSPI kemungkinan menjadi perusahaan terbuka.

Meski untuk target pertumbuhan bisnis, dalam catatan KONTAN, perusahaan ini sejatinya membidik pertumbuhan 10% tahun ini.

Baca Artikel Terkait Tentang homety

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15